Di zaman
globalisasi seperti sekarang kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu
“senjata” andalan untuk “menaklukan” dunia. Nah bagaimana kiat menyiapkan diri
dari persaingan yang semakin kompetitif didunia kerja dan bahasa asing mana
sajakah yang patut dikuasai untuk memuluskan jenjang karir?
Disesuaikan Pilihan Karir
Sylvina
Savitri, konsultan dari Experd mengatakan, penguasaan bahasa asing kini
memiliki nilai yang sangat penting untuk mendongkrak kemajuan karir. Apalagi
posisi manajerial kini lebih banyak didominasi oleh ekspatriat. Otomatis mereka
yang mempunyai bahasa asingnya belepotan, panas dingin dan cenderung bengong
jika harus bertemu muka dengan bos atau mitra bisnis dari negara lain.
Sylvina
mengakui diera kerja yang semakin kompetitif ini, seseorang menguasai bahasa
asing “pupuler “ dan bernilai jual tinggi, otomatis memiliki peluang lebih
besar dalam mendapat panggilan kerja dibandingkan sesama rekan nya yang
memiliki latar belakang serupa.
Karyawan
yang mempunyai bahasa asing kedua terutama bahasa-bahasa asia, juga berpeluang
besar untuk dikirim perusahaan mengikuti pelatihan di luat negeri. Siapa pun
tahu, perkembangan ekonomi dan pendidikan si Asia seperti di Jepang, Cina ,
India serta banyaknya perusahaan Jepang berekspansi ke Indonesia, kini
menyebabkan banyak perusahaan multinasional lebih suka mengirim karyawannya
training ke jepang, Korea, maupun Cina.
Kemahiran
ini juga membuka peluang besar bagi karyawan perusahaan multinasional untuk
ditempatkan di cabang-cabang Negara asing Asia lainnya. Karyawan yang mahir
berbahasa aing juga biasanya disayang si bos, karena tidak malu-maluin jika
diajak meeting dengan mitra bisnis dari luar negeri.
Walau
iming-iming ini terdengan menggiurkan, anda ternyata tak bisa sembarangan
memilih bahasa asing kedua yang ingin dipelajari. Lincoln Taylor, manajer dari
Berlitz language center, mengatakan, pilihan itu sebaiknya disesuaikan dengan
pekerjaan, jangan mentang- mentang merasa bahasa x terdengar excotic, lantas
tanpa berpikir panjang langsung mendaftarkan diri ikut kursus. Kalau Anda
memang hobi Travelling, ingin menjadi penerjemah atau berkarir di kedutaan,
memang tidak jadi soal. Tapi, kalau tidak kan sayang waktu dan uang yang
terbuang. Lebih baik dipergunakan untuk belajar bahasa yang menunjang profesi
Anda.
Tiga Bahasa Masa Depan
Ada tiga
bahasa kuat yang tampaknya akan makin popular di hari esok, yakni Mandarin,
jepang, dan Jerman. Chew Say Loo, Vice President CNI, sebuah perusahaan MLM,
yang kebetulan juga seorang expatriate dari Malaysia, dengan tegas mengatakan,
bahasa Mandarin adalah bahasa kedua yang harus dikuasai setelah bahasa Inggris.
Bahasa ini diyakininya membuka kesempatan berkarir di luar negeri, khususnya
Asia. Apalagi Negara-negara seperti Cina, Taiwan, Hongkong, dan Singapura
sedang giat-giatnya melirik dan memperkerjakan tenaga kerja asing, termasuk
WNI.
Pernyataan
serupa juga muncul dari Catherine Keng, Presenter berita Metro XinWen.
“Seseorang minimal harus mempunyai dua bahasa asing, supaya bisa bertahan dan
laku di pasar kerja Asia, yakni Inggris dan Mandarin, buktinya saya sering
diminta tolong mencarikan karyawan yang fasih berbahasa Mandarin oleh
berbagai perusahaan”.
Bahasa
Jepang juga tak kalah penting. Walau Jepang kini sudah tidak mengusai
perekonimian Asia, masih banyak perusahaan Jepang yang menanamkan Investasinya
di Indonesia. Bagi jepang, Indonesia tetap merupakan pasar yang amat besar bagi
produk dan teknologi yang mereka kembangkan. “ paling tidak diterima di
perusahaan Jepang yang menjanjikan imbalan dan jenjang karir yang jelas. Akan
terbuka lebar jika Anda mengusai basic bahasa Jepang. Bukan tidak mungkin anda
akan terpilih mengikuti pelatihan di negeri Sakura. Bahasa jepang juga tetap
favorit karena melesatnya perkembangan fashion dan dunia animasi jepang,” kata
Lincoln berpendapat.
Maulina
Rahmawati, direktur bagian bahasa di Berlitz Language Center, berpendapat masih
ada satu bahasa lain yang menyimpan potensi di masa depan, yakni bahasa Jerman.
Jerman memang raja teknologi dikawasan Eropa dan banyak membuka peluang kerja
bagi WNI.
Kemampuan
berbahasa asing yang popular ternyata tidak hanya memuluskan karir, tetapi juga
dapat meningkatkan rasa percaya diri dan meningkatkan kualitas hidup. Chew yang
fasih berkomunikasi dalam 3 bahasa: Inggris, Mandarin, Melayu ( Plus dialek
bahasa Cina – Hokkian ) merasakan sendiri manfaatnya, “ Dengan modal tiga
bahasa tersebut, saya tidak perlu merasa was-was ditempatkan di pelosok dunia
manapun. Saya bisa mingle dan nyambung dengan penduduk local dari sisi
sosialisasi, karir, dan berkomunikasi, saya bisa bersaing dengan siapa pun.”
Katanya.
Sumber :
Majalah femina
Tidak ada komentar:
Posting Komentar