Rabu, 23 November 2011

KARIR MEROKET BERKAT BAHASA ASING KEDUA


Di zaman globalisasi seperti sekarang kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu “senjata” andalan untuk “menaklukan” dunia. Nah bagaimana kiat menyiapkan diri dari persaingan yang semakin kompetitif didunia kerja dan bahasa asing mana sajakah yang patut dikuasai untuk memuluskan jenjang karir? 

Disesuaikan Pilihan Karir 
Sylvina Savitri, konsultan dari Experd mengatakan, penguasaan bahasa asing kini memiliki nilai yang sangat penting untuk mendongkrak kemajuan karir. Apalagi posisi manajerial kini lebih banyak didominasi oleh ekspatriat. Otomatis mereka yang mempunyai bahasa asingnya belepotan, panas dingin dan cenderung bengong jika harus bertemu muka dengan bos atau mitra bisnis dari negara lain.    

Sylvina mengakui diera kerja yang semakin kompetitif ini, seseorang menguasai bahasa asing “pupuler “ dan bernilai jual tinggi, otomatis memiliki peluang lebih besar dalam mendapat panggilan kerja dibandingkan sesama rekan nya yang memiliki latar belakang serupa. 
Karyawan yang mempunyai bahasa asing kedua terutama bahasa-bahasa asia, juga berpeluang besar untuk dikirim perusahaan mengikuti pelatihan di luat negeri. Siapa pun tahu, perkembangan ekonomi dan pendidikan si Asia seperti di Jepang, Cina , India serta banyaknya perusahaan Jepang berekspansi ke Indonesia, kini menyebabkan banyak perusahaan multinasional lebih suka mengirim karyawannya training ke jepang, Korea, maupun Cina.
Kemahiran ini juga membuka peluang besar bagi karyawan perusahaan multinasional untuk ditempatkan di cabang-cabang Negara asing Asia lainnya. Karyawan yang mahir berbahasa aing juga biasanya disayang si bos, karena tidak malu-maluin jika diajak meeting dengan mitra bisnis dari luar negeri. 
Walau iming-iming ini terdengan menggiurkan, anda ternyata tak bisa sembarangan memilih bahasa asing kedua yang ingin dipelajari. Lincoln Taylor, manajer dari Berlitz language center, mengatakan, pilihan itu sebaiknya disesuaikan dengan pekerjaan, jangan mentang- mentang merasa bahasa x terdengar excotic, lantas tanpa berpikir panjang langsung mendaftarkan diri ikut kursus. Kalau Anda memang hobi Travelling, ingin menjadi penerjemah atau berkarir di kedutaan, memang tidak jadi soal. Tapi, kalau tidak kan sayang waktu dan uang yang terbuang. Lebih baik dipergunakan untuk belajar bahasa yang menunjang profesi Anda. 

Tiga Bahasa Masa Depan 

Ada tiga bahasa kuat yang tampaknya akan makin popular di hari esok, yakni Mandarin, jepang, dan Jerman. Chew Say Loo, Vice President CNI, sebuah perusahaan MLM, yang kebetulan juga seorang expatriate dari Malaysia, dengan tegas mengatakan, bahasa Mandarin adalah bahasa kedua yang harus dikuasai setelah bahasa Inggris. Bahasa ini diyakininya membuka kesempatan berkarir di luar negeri, khususnya Asia. Apalagi Negara-negara seperti Cina, Taiwan, Hongkong, dan Singapura sedang giat-giatnya melirik dan memperkerjakan tenaga kerja asing, termasuk WNI. 
Pernyataan serupa juga muncul dari Catherine Keng, Presenter berita Metro XinWen. “Seseorang minimal harus mempunyai dua bahasa asing, supaya bisa bertahan dan laku di pasar kerja Asia, yakni Inggris dan Mandarin, buktinya saya sering diminta  tolong mencarikan karyawan yang fasih berbahasa Mandarin oleh berbagai perusahaan”. 
Bahasa Jepang juga tak kalah penting. Walau Jepang kini sudah tidak mengusai perekonimian Asia, masih banyak perusahaan Jepang yang menanamkan Investasinya di Indonesia. Bagi jepang, Indonesia tetap merupakan pasar yang amat besar bagi produk dan teknologi yang mereka kembangkan. “ paling tidak diterima di perusahaan Jepang yang menjanjikan imbalan dan jenjang karir yang jelas. Akan terbuka lebar jika Anda mengusai basic bahasa Jepang. Bukan tidak mungkin anda akan terpilih mengikuti pelatihan di negeri Sakura. Bahasa jepang juga tetap favorit karena melesatnya perkembangan fashion dan dunia animasi jepang,” kata Lincoln berpendapat. 
Maulina Rahmawati, direktur bagian bahasa di Berlitz Language Center, berpendapat masih ada satu bahasa lain yang menyimpan potensi di masa depan, yakni bahasa Jerman. Jerman memang raja teknologi dikawasan Eropa dan banyak membuka peluang kerja bagi WNI. 
Kemampuan berbahasa asing yang popular ternyata tidak hanya memuluskan karir, tetapi juga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan meningkatkan kualitas hidup. Chew yang fasih berkomunikasi dalam 3 bahasa: Inggris, Mandarin, Melayu ( Plus dialek bahasa Cina – Hokkian ) merasakan sendiri manfaatnya, “ Dengan modal tiga bahasa tersebut, saya tidak perlu merasa was-was ditempatkan di pelosok dunia manapun. Saya bisa mingle dan nyambung dengan penduduk local dari sisi sosialisasi, karir, dan berkomunikasi, saya bisa bersaing dengan siapa pun.” Katanya. 

Sumber : Majalah femina  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar